Praktik Kolonialisme di Balik Nama Papua

KRI Macan Tutul saat misi pembebasan Irian Barat (foto:Istimewa/pamflet.or.id) KRI Macan Tutul saat misi pembebasan Irian Barat (foto:Istimewa/pamflet.or.id)

Oleh: Hasan Kurniawan

ZONADAMAI.COM – PAPUA merupakan pulau kedua terbesar di dunia yang sebelumnya dikenal dengan Pulau Irian. Pelaut asal Spanyol yang bernama Jnizo Ortiz de Reter menamakan pulau ini New Guinea, karena mirip dengan wilayah Guinea di Afrika.

Wilayah pulau ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Irian Barat, Irian Timur Laut, dan Teritori of Papua. Sebelum Belanda menjajah wilayah ini, sebagian pulau ini berada dibawah kekuasaan Kesultanan Islam Ternate.

Pada tahun 1828, setelah kekuasaan Kesultanan Ternate runtuh, wilayahnya secara resmi diduduki Belanda dan masuk dalam Karesidenan Ternate. Namun setelah Indonesia merdeka tahun 1945, wilayah itu dikenal dengan nama Irian Barat.

Dalam bukunya yang berjudul Meluruskan Sejarah Perjuangan Irian Barat, H Dr Soebandrio menyatakan, kata Irian diberikan oleh pejuang Papua, Frans Kaisiepo yang artinya sinar yang menghalau kabut.

Namun sejak Pemerintah Orde Baru Soeharto berkuasa, kata Irian Barat diganti lagi menjadi…

View original post 885 more words

Sikap Pemerintah Indonesia terhadap Kampanye Papua Merdeka di Luar Negeri

Menlu RI“Silakan saja mereka mau berjuang sampai akhir dunia kiamat. Silakan saja. Itu hak-hak mereka. Tapi saya pikir kalau berjuang dari sana dan orang Papua dalam negeri pikir bahwa sudah baik tinggal dengan Indonesia, apa guna mereka berjuang di sana”.  (Nicholas Messet)

ZONADAMAI.COM – Pemerintah Indonesia menganggap kampanye yang diadakan di luar negeri untuk memisahkan Papua dari Indonesia tidak mengandung unsur baru.

“Apa yang dilakukan mereka adalah apa yang biasa mereka lakukan. Kadang-kadang apa yang mereka lakukan misalnya seperti sesuatu yang sangat besar, tapi sebenarnya tidak,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagaimana dirilis situs BBC hari ini (30/11/2014).

“Sementara itu apa yang dilakukan pemerintah Indonesia lebih terfokus pada pembangunan di Papua. Papua adalah bagian dari Indonesia. Orang Papua adalah bagian dari bangsa Indonesia,” tambahnya.

Retno Marsudi menuturkan berdasarkan hasil pemantauan gerakan kelompok separatis Papua di Belanda ketika ia masih menjabat sebagai Dubes RI, aktivis Papua merdeka menampilkan sesuatu yang sudah…

View original post 208 more words

GUBERNUR PAPUA AKAN SATUKAN DUALISME KEPEMIMPINAN GEREJA KEMAH INJIL DAN BAPTIS

Lukas enembe

JayapuraZONADAMAI.COM: Ungkapan tesebut disampaikan Lukas Enembe kepada ribuan warga Gereja Kemah Injil di Indonesia GIDI, disela sela puncak ibadah bersama pada salah satu distrik di Puncak Jaya beberapa waktu lalu.
Menurut Gubernur, ia tidak menginginkan adanya perpecahan tingkat Gereja seperti yang tengah terjadi pada Gereja Kemah Injil dan Baptis yakni dualisme kepemimpinan.
Enembe juga menambahkan bahwa untuk setiap setiap denominasi Gereja sudah menjalankan perannya, seperti banyaknya keberhasilan orang Papua sekarang, sudah bisa menjadi anggota DPRD, Bupati, hingga Gubernur yang jelasnya berkat peran Gereja kepada setiap umat tentunya.
Kini menjadi pekerjaan rumah bagi Gubernur, untuk mempersatukan dualisme dalam tubuh Gereja dimaksud, agar tidak ada peroecahan lagi melainkan persatuan, yang mengedepankan pelayanan kepada jemaat masing masing tiap Gereja. [wiyainews.com]

View original post

Jokowi Tambah Anggaran Kejaksaan di Papua dan Maluku

Jokowi dan kejaksaanBogor – ZONADAMAI.COM: Presiden Joko Widodo berencana menambah anggaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua dan Maluku. Ini untuk mengenjot kinerja dan mengoptimalkan penanganan perkara di wilayah timur Indonesia tersebut.

“Di Maluku dan Papua untuk mendatangkan saksi dari sebuah pulau ke harus naik boat dua hari atau harus naik pesawat. Ya biaya penanganan perkara harus dinaikkan,” ujar Jokowi seusai memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia di Istana Bogor, Bogor, Jumat (18/11/2014).

Selama konsolidasi bersama kejagung dan kejati tersebut. Jokowi mendapat laporan bahwa kasus hukum yang paling banyak ditangani baik di pemerintah pusat maupun daerah berupa kasus narkoba, korupsi dan kekayaan alam.

“Nanti akan fokus menyelesaikan masalah korupsi, narkoba, kekayaan alam serta hal-hal yang berkaitan dengan HAM,” tutur Mantan Gubernur DKI Jakarta ini

Setiap hasil penanganan kasus HAM, lanjut Jokowi, nantinya dikembalikan kepada Jaksa Agung untuk ditindaklanjuti.

“Belum, nanti kalo sudah ada. Ini kan setiap tiga bulan akan ketemu lagi,” tutup…

View original post 4 more words

Kekayaan “Peti Harta Karun” di Leher Burung Papua Terungkap

Hipposideros spp, kandidat kelelawar baru dari Lobo. Hipposideros spp, kandidat kelelawar baru dari Lobo.

ZONADAMAI.COM— Kekayaan hayati di wilayah leher burung Papua terungkap lewat Ekspedisi Lengguru, program penelitian yang digagas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), L’Institute de Rechere pur le Development (IRD) Perancis, dan Akademi Perikanan Sorong.

Ribuan spesies tumbuhan dan hewan dari darat, laut, serta bawah tanah diidentifikasi pada wilayah dengan rentang ketinggian -100 hingga 1.200 dpl. Ratusan jenis tumbuhan dan hewan dinyatakan endemik, sementara puluhan di antaranya merupakan kandidat spesies baru.

Gono Semiadi, peneliti dari Museum Zoologi Bogor, mengungkapkan, berdasarkan analisis awal, Lengguru dan Kaimana menyimpan 100 jenis kupu-kupu, 37 jenis capung, 150 jenis jangkrik, 30 jenis amfibi, 50 jenis reptil, 20 jenis kelelawar, dan 8 jenis tikus.

Ikut serta meneliti keragaman ekosistem darat di Lengguru dan Kaimana, Gono juga menguraikan bahwa wilayah itu kaya akan jenis-jenis burung. Terdapat spesies burung dara terbesar dan burung paruh bengkok terkecil. “Lebih kecil dari genggaman,” katanya.

Di…

View original post 456 more words

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua dalam Keberagaman’

Salah satu Grup Seni sedang unjuk kebolehan mengkreasi Tarian Yospan Salah satu Grup Seni sedang unjuk kebolehan mengkreasi Tarian Yospan

ZONADAMAI.COM -Kamis 27 November 2014 sore hari, Pusat Kota Jayapura, Papua, tampak memberikan suasana berbeda dari biasanya. Ratusan muda-mudi datang berbondong-bondong dengan kostum kesenian berwarna-warni. Mereka datang ke Gedung Olah Raga (GOR) Waringin, Kota Raja, Jayapura. Ada apakah gerangan? Di tempat itu sedang berlangsung Festival Anak Bangsa (FAB). Festival ini digelar oleh kelompok pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (GEMAPI). FAB ini sedianya akan berlangsung selama 3 hari (27-29 November) sebagai salah satu ajang unjuk kreativitas dan karya seni pemuda-pemudi yang ada di Papua.

Dengan tema festival ini adalah ‘Unity In Diversity, Rise Up Papuan Youth’, GEMAPI tengah melombakan sejumlah karya seni seperti Lomba tarian Yospan, Lomba Band, Lomba Rap, Battle Rap, Lomba Dance, dan Battle Dance.

Salah satu peserta lomba menampilkan kebolehan oleh musik dan vokal Salah satu peserta lomba menampilkan kebolehan oleh musik dan vokal

Sesuai dengan tema yang diusung, festival ini tidak hanya menampilkan karya seni…

View original post 186 more words

Tukar Guling Pengelolaan Migas dan Bendera Aceh

ilustrasi eksplorasi migasilustrasi eksplorasi migas

Jakarta – Zonadamai.com : Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijanto, mengakui Pemerintah Pusat telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Aceh soal pemberian sejumlah kewenangan. Kesepakatan itu juga termasuk pemenuhan persyaratan buat Pemerintah Aceh untuk mau mengubah bendera mereka.

Kesepakatan itu, kata Tedjo, sudah dibicarakan lewat rapat yang dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil. Kesepakatan terkait pemberian wewenang ke Pemerintah Aceh itu pun sudah tercapai.

“Sudah ada (pembicaraan), semua sudah menerima,” kata Tedjo kepada wartawan usai menghadiri acara puncak Peringatan Hari Guru Nasional, Kamis, 27 November 2014.

Pemerintah Aceh memang sempat meminta kewenangan tambahan soal pengelolaan tambang yang ada di sepanjang pesisir pantai Aceh dan teritorial mereka. Namun, sebagai timbal balik, Pemerintah Aceh diminta untuk mengubah warna dan gambar bendera mereka agar tidak menyerupai bentuk dan warna serta memiliki unsur-unsur Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Untuk hal ini, Tedjo juga mengaku, sudah tercapai kesepakatan di antara kedua…

View original post 93 more words

KAPOLDA DAN PANGDAM ULTIMATUM PENGIBAR BINTANG KEJORA

Ultimatume Pangdam dan KapoldaKapolda Papua

Jayapura-Zonadamai.com : Adanya anggapan sebagian kecil masyarakat yang mengatakan bahwa 1 Desember adalah hari lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM) dibantah oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol. Drs. Yotje Mende,SH,M.Hum. Bukan hanya membantah, Kapolda bahkan mengultimatum organisasi ini untuk tidak macam-macam, apalagi sampai berani mengibarkan bendera Bintang Kejora di wilayah Indonesia.

“Tidak ada hari ulang tahun itu karena itu (OPM,red) adalah organisasi terlarang di Indonesia. Saya sudah instruksikan seluruh jajaran saya, jika ada bendera Bintang Kejora, maka harus ditindak tegas karena itu tidak benar. Kita adalah NKRI, mereka menggemborkan adanya OPM, itu saya anggap tidak ada,” tegas Kapolda saat ditemui usai memimpin Gelar Pasukan Operasi Zebra di Mapolda Papua, Rabu (26/11).

Kapolda menyatakan jika memang benar ada kelompok bersenjata yang kemudian berani mengibarkan bendera itu, maka akan dihadapi oleh kepolisian dengan bersenjata.

Mengenai daerah rawan, Kapolda bisa memprediksi tapi tidak bisa memastikan mana saja daerah rawan tersebut…

View original post 627 more words

Bagaimana persepsi warga Indonesia terhadap komunisme?

Mahasiswa dengan foto Sukarno yang dijarah dari sebuah toko komunis pada 1965. (Getty Images via BBC Indonesia) Mahasiswa dengan foto Sukarno yang dijarah dari sebuah toko komunis pada 1965. (Getty Images via BBC Indonesia)

ZONADAMAI.COM – Selama 14 tahun setiap tanggal 30 September, televisi Republik Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Suharto menyiarkan Pemberontakan G30SPKI. Sebuah film bergenre drama semi dokumenter mengenai kegagalan Partai Komunis Indonesia dalam melakoni kudeta.

Film tersebut menggambarkan kalangan komunis sebagai penjahat dan Suharto sebagai penyelamat Indonesia. Gambaran itu mewakili pandangan resmi selama 32 tahun rezim Suharto.

Akan tetapi, sejak Indonesia bertransisi ke demokrasi—yang dimulai dengan tumbangnya Suharto pada Mei 1998—rakyat negara ini telah mempertanyakan sejarah era 1960an. Ahli sejarah, wartawan, pembuat film, aktivis dan bahkan pejabat telah mulai menyusun pandangan alternatif terhadap sejarah versi militer.

Film Pemberontakan yang dibuat pada 1984 didasari pada sejarah yang dituturkan oleh seorang ahli sejarah militer dan dibiayai oleh rezim Suharto. Film itu banyak digunakan sebagai alat propaganda. Menurut Arifin Noer—selaku salah seorang pembuat film itu—adegan-adegan di film

View original post 408 more words